Monday, August 27, 2012

Master detailer






_




BAB I
BUKAN MIMPI DI MASA KECIL










_

XSaat kita kecil selalu berimajinasi, menjadi apa nanti saat dewasa? ada yang bercita-cita ingin menjadi tentara  gagah berani, menjadi polisi yang bisa menangkap penjahat, atau menjadi dokter yang bisa mengobati orang sakit. Banyak profesi yang dianggap menjadi jalan menuju sukses dan kebahagian dalam hidup. Begitupula dengan orang tua, mereka memberi fasilitasi pendidikan buat anak-anaknya. Pendidikan yang dapat menggapai cita-cita.
Jalur pendidikan yang dimulai dari sekolah dasar, kemudian bersaing ke SMP, SMA, dan melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan sesuai cita-citanya, ada yang teknik, pertanian, perawat, ekonomi dan jurusan lainnya. Harapan yang besar setelah lulus nanti bisa mendapatkan pekerjaan sesuai cita-citanya.
_
Suatu kebahagian dan kebanggaan bisa lulus dari kuliah. Namun ternyata, memasuki dunia kerja yang sesuai harapan tidak mudah. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikannya sangat berat. Sudah jamak bila  seseorang telah lulus dari kuliah menginginkan pekerjaan yang baik, bekerja di kursi yang nyaman, mendapat berbagai fasilitas dan gaji yang besar.
Sebagian kecil bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, dan sebagian lagi nekat bekerja sedapatnya, misalnya ada lulusan sarjana ekonomi yang menjadi guru TK atau Guru honorer, lulusan teknik yang merintis bisnis namun hasilnya masih kecil karena minim pengalaman. Dan masih banyak lagi mendapatkan pekerjaan yang  tidak sesuai jurusan pendidikannya.
Salah satu pekerjaan yang jarang diimpikan oleh kebanyakan orang adalah Detailer, atau ada yang  menyebut tukang obat atau sales obat. Dalam perusahaan farmasi biasanya disebut medical representatif atau professional sales representatif. Pekerjaan ini berhubugan langsung dengan pemasaran obat, terutama untuk memasarkan obat-obatan yang bersifat tidak dijual bebas atau dengan resep dokter. Kebanyakan lulusan kuliah menekuni pekerjaan bidang sales karena terpaksa atau untuk batu lompatan ke pekerjaan lainnya. Bila dibanding tenaga pemasaran yang lain, misalnya asuransi atau otomotif. Tenaga pemasaran farmasi ini agak berbeda. Kalau asuransi, costumernya luas namun produknya  bersifat abstrak, sedangkan di farmasi, costumernya spesifik  yaitu tenaga kesehatan, dan produknya jelas berwujud. Begitupula bila dibanding dengan otomotif, produk yang dijual sekali jual, sedangkan untuk produk farmasi selalu ada repeat order.
_Tenaga Pemasaran farmasi, walau jarang orang bercita-cita menekuninya, tidak mudah pula untuk memasukinya. Untuk bisa bekerja menjadi tenaga pemasaran farmasi diperlukan berbagai persyaratan tidak mudah. Beberapa perusahaan farmasi mensyaratkan lulusan Sarjana Strata satu dari jurusan farmasi, kesehatan atau eksakta. Selain mempunyai kepribadian yang menarik, calon tenaga pemasaran juga harus sehat jasmani dan rohani dengan melalui tes kesehatan maupun psikotest.
Tenaga pemasaran farmasi bila telah diterima, selanjutnya menjalani serangkaian pelatihan yang terdiri medical knowledge, produk knowledge, selling skill, dan peraturan perusahaan. Bila sudah lulus pelatihan akan ditugaskan di berbagai kota dan daerah di seluruh Indonesia. Ada masa percobaan untuk beberapa bulan untuk selanjutnya menjadi karyawan tetap.
Tenaga pemasaran farmasi, untuk selanjutnya saya sebut Detailer atau orang yang bertugas menjelaskan semua seluk beluk obat kepada tenaga kesehatan, itulah tugas utamanya. Bisa juga disebut Medical Representative, merupakan wakil perusahaan obat yang berhadapan langsung dengan tenaga kesehatan. Bila dibanding dengan tenaga pemasaran lainnya, detailer mendapat fasilitas dan salary yang lebih baik, selain untuk menjaga loyalitas terhadap perusahaan maupun produk yang dibawanya, juga untuk menunjang aktivitas dan meningkatkan motivasi detailer dalam memenangkan persaingan dalam pemasaran obat.
Saat memasuki dunia kerja khususnya dalam bidang pemasaran farmasi, disitulah dimulainya realita kehidupan, apakah mau terus berlari mengejar cita-cita? atau berdiam diri menikmati keadaan? atau berbalik arah karena merasa bukan jalan yang diinginkan? akhirnya kita temukan berbagai macam detailer.
Yang pertama adalah detailer yang sukses, dalam waktu tidak terlalu lama langsung melejit dalam kariernya, menjadi Area Manager, Distrik Sales Manager, Produk ekseutif, Trainer dan lain. Yang kedua Detailer yang sukses dalam financial, kemudian mengembangkan bisnis di luar pekerjaan utamanya, misalnya menekuni bisnis travel dengan memanfaatkan relasi dengan dokter, yang selalu membutuhkan transportasi dalam berbagai kegiatan. Yang ketiga Detailer yang mencari aman, yang penting mendapat gaji dan fasilitas, kunjungan ke dokter hanya runitas, target yang diraih hanya pas-pasan, kalo susah mencari omzet, berbagai jalan pintas dan cepat dilakukan, yang penting ada
sedikit sisa. Yang keempat Detailer yang putus asa, dengan keterpaksaan detailer menekuni pekerjaan sebagi tenaga pemasaran farmasi, karena tidak menyukai dan tidak mendapatkan apa yang dia harapkan akhirnya berhenti  atau diberhentikan.
Itulah berbagai macam detailer yang ada, semuanya adalah pilihan. Setiap orang memilih yang terbaik baginya. Bagaiamana bisa menjalani pekerjaan ini dengan penuh antusias dan mendapatkan hasil sesuai harapan semua pihak? Bab berikutnya membahas sikap dan mental yang perlu dipahami oleh semua detailer yang menginginkan sukses.








_






BAB II
MERUBAH PARADIGMA







_


Saat kita memasuki dunia kerja, yang  pertama  kita pikirkan adalah hasil, kadang melupakan bahwa proses adalah sesuatu yang sangat berarti bagi pribadi kita, proses merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga, yang dapat membantu dalam menentukan langkah-langkah berikutnya.  Ada banyak perubahan yang  kita alami atau perubahan yang harus kita lakukan saat memasuki dunia kerja baru.
Bagaimana melihat perubahan itu? Dan bagaimana kita melakukan perubahan? Saat kita memasuki dunia kerja baru, kita melihat berbagai kenyataan, misalnya  ada atasan, atau rekan kerja yang tampak sukses dengan penampilan keren, kendaraan bagus. Itulah keinginan bagi setiap orang. Namun demikian bagi orang baru dalam memasuki tempat baru, orang itu  ibarat  rusa, dan  melihat orang-orang di tempat baru seperti melihat harimau sang raja hutan, dan tentunya orang baru tersebut berharap menjadi  harimau seperti mereka. Lalu bagaimana sebenarnya orang baru tersebut harus bersikap ?
Mari kita lihat cerita  rusa menjadi harimau. Suatu ketika  rusa berpikir alangkah nikmatnya jadi harimau, menjadi raja hutan yang ditakuti dan disegani semua penghuni hutan. Maka rusa memutuskan untuk memakai baju seperti seekor harimau.
_Betapa bahagianya saat  ia memakai baju harimau, bahkan ia tidak takut lagi dikejar kejar harimau, dan semua binatang takut padanya. Suatu ketika dengan gagah berani ia bertemu dengan harimau, dan ia pun tidak kwatir akan diterkam harimau, karena merasa sama sama harimau, namun saat harimau itu mengaum dan mengajak bertarung. Apa yang terjadi? Rusa itu gemetaran dan akhirnya pingsan.!!!
Cerita itu adalah gambaran yang menarik mengenai perlunya mengubah mentalitas sebelum mengubah kebiasaan dan cara hidup kita. Segalanya dimulai dari apa yang kita pikirkan. Pada Rusa itu, yang berubah hanyalah kondisi fisik luarnya. Namun, jiwa dan mentalnya yang mengendalikan fisik itu masih tetap seekor rusa. Tidak heran, rusa ini ketakutan dan pingsan, tatkala harimau mulai mengaum hrrrggg…rrggg… hiii serem. Hal ini sama seperti yang dikata oleh
Stephen Covey dalam bukunya “Seven Habit Efectiveness” bila mau mengubah keadaan, harus mengubah diri dahulu, dan mengubah diri secara efektif adalah mengubah persepsi.
_Hal yang sama juga berlaku bagi siapa saja yang menghadapi suatu perubahan, harus selalu membangun semangat  dan secepatnya kita harus membiasakan setiap ada perubahan, tempat kerja baru, atasan baru atau kebijakan perusahaan yang baru. Menjadilah seperti air yang mempunyai wujud dan sifat tetap, tapi bisa berubah bentuk secara fleksible sesuai keadaan, dan mempunyai tujuan yang pasti yaitu lautan yang luas. Menjalani lingkungan yang baru, seperti air tadi, setiap orang harus tetap menunjukan pribadi sesuai potensi yang  dimiliknya, dan mudah menyesuaikan dengan keadaan, dan konsisten dengan tujuan.
Persepsi adalah cara pandang, yang seutuhnya. Sesorang yang mempunyai persepsi dengan tepat, maka  akan menemukan paradigma yang tepat pula dalam menghadapi segala masalah pada situasi seperti apapun.  Mempunyai paradigma yang tepat akan mendapatkan hasil  sesuai harapan.

MEMBANGUN PARADIGMA YANG TEPAT BAGI DETAILER BARU
Detailer  hadir dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda, sehingga mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap pekerjaan yang dijalaninya.  Cara pandang atau persepsi pada akhirnya menentukan paradigma. Ada berbagai pandangan yang muncul antara lain:
Detailer adalah pekerjaan untuk  mencari uang
Detailer adalah pekerjaan sementara, untuk mencari pekerjaan lainnya
Detailer adalah pekerjaan sampingan, sambil bisnis usaha lainnya
Detailer adalah pekerjaan untuk sekedar mendapat status pekerjaan semata
Detailer adalah pekerjaan yang tepat untuk meniti karier
Bagaimana cara mendapat persepsi yang tepat, sehingga paradigma yang kita jalani merupakan paradigma yang dapat mengantarkan kepada tujuan. Tentukanlah Tujuan utama dari pekerjaan yang kita jalani. Seseorang bisa terjebak pada hal hal yang bersifat fisik semata. Orang bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang berwujud atau materi. Materi untuk apa? Materi untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan apa? Kebutuhan untuk hidup. Apa kebutuhan hidup itu? Pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Lalu Apakah materi cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup, termasuk jasmani dan rohani. Bila kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi, maka tercapailah yang dimaksud dengan kebahagian.
Bila sesorang sudah bisa menentukan tujuan dari bekerja adalah mencari suatu kebahagian. Maka akan lebih mudah mendapat persepsi yang tepat dalam pekerjaan, sehingga menjalani pekerjaan dengan paradigma yang sesuai tujuan.
Selain menentukan paradigma dari dalam, kadang yang berat adalah tantangan dari persepsi yang datang dari luar. Pekerjaan detailer dipandang sebelah mata oleh keluarga, teman, dan mungkin orang-orang yang secara langsung berhadapan dengan profesi detailer.
Keluarga bilang “sekolah tinggi kok kerja jadi sales”, teman bilang “kerjaannya  kok ga jelas, keliling kemana-mana dari pagi sampai malam”. Begitu juga dari orang-orang di sekitar dokter bilang “lagi-lagi  sales obat datang menganggu waktu mereka”.
Cemoohan tentang pekerjaan yang kita jalani anggap sebagai obat untuk meningkatkan kepercayaan diri, bila hal itu kita perhatikan dengan emosianal, akan menjadi sesuatu yang negatif dan dapat mempengaruhi perjalanan dalam mengerjakan tugas yang mesti kita selasaikan dengan baik dan tepat.
_Terimalah pekerjaan sebagai hadiah dari Tuhan, bukan sebagai hukuman, dengan jerih payah jalanilah dengan sukacita, kejenuhan yang datang bagi seorang detailer adalah menunggu untuk bertemu dengan dokter, tentu banyak hal yang bisa dilakukan saat menunggu. Manfaatkanlah sumberdaya yang ada, sumberdaya bukan sebatas sarana dan prasarana kerja. Sumberdaya yang utama seorang detailer adalah INFORMASI, carilah informasi mengenai semua yang berhubungan dengan area, best time call dokter, competitor activity, dll.
Tujuan bekerja adalah yaitu kebahagian. Bekerja adalah ibadah, dan Tuhan adalah majikan yang sebenarnya. Mematuhi pimpinan dan melaksanakan aturan tempat bekerja adalah kewajiban. Pimpinan adalah role model yang paling dekat untuk dijadikan panutan. Loyalitas kepada pimpinan termasuk dalam ruang lingkup menjaga loyalitas terhadap perusahaan. Dengan berjalanya waktu profesionalitas dalam bekerja semakin meningkat. Meningkat juga produktivitas dan kontribusi kepada perusahaan. Semuanya berujung pada loyalitas pada profesi, sehingga dimanapun bekerja akan memberikan yang terbaik. Yang terakhir makna loyalitas pada Tuhan berarti apa yang dilakukan dan dikerjakan semata mata panggilan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermakna.

PARADIGMA MENSYUKURI NIKMAT BAGI DETAILER
Ada sebuah cerita yang cukup menarik, dan saya tampilkan dalam bentuk sajak, kisah tentang seorang petani dengan seekor angsanya.








Angsa Bertelur Emas
_
Dikisahkan seorang petani  yang tinggal daerah terpencil
Hidup keseharian dalam kemiskinan, namun tetap sabar dijalani
Sering terbayang juga hidup berkecukupan
Punya rumah yang besar, baju yang bagus
 dan makanan yang enak.

Namun semua itu hanya angan.
Hidupnya hanya mengandalkan kebun yang kecil.
Tinggal di gubuk yang reyot, dan ditemani angsa yang setia

Angsa putih nan setia,
dengan penuh kasih sayang dipelihara sang tuan
Si angsa ikut merasakan apa yang dialami sang tuan,
namun juga tidak bisa membantu
_
Toh kalaupun dikehendaki sang tuan,
bisa dijual  atau disembelih…
Sungguh suatu perpisahan yang tidak dikehendaki.

Tanpa pernah putus asa,
Sang tuan bekerja dan berdoa agar selalu diberi kemudahan.
Suatu malam Sang tuan bermimpi,
Angsanya bertelur emas.
Alangkah girangnya Sang tuan,
 Setelah terbangun dari tidur.
Ternyata hanya mimpi.

Sambil menggosok-gosok mata, sang tuan berdoa
Ya Tuhan, semoga mimpiku tadi benar2 jadi kenyataan.

Saat pagi tiba…
 Sang Tuan mencari Angsanya untuk diberi makan.
Ternyata angsa itu tidak ada di halaman seperti biasanya..
Ehmm…. Angsa itu ternyata masih tidur.
_Dihampirilah angsa itu di sarangnya….
“Saatnya bangun kawanku,”
“sosonglah mentari pagi dengan ceria”
Bangkitlah angsa dari peraduannya,
mengikuti perintah tuannya

Saat angsa keluar dari peraduan,
Terpancar cahaya berkilauan
Sang tuan menghampiri, dan melihatnya dengan jelas.
Alangkah terperanjat bagai tak menginjak bumi…

SANG TUAN KAGET
Angsa yang dipelihara benar-benar..
BERTELUR EMAS


Sejak Saat itu Sang Tuan tidak  miskin lagi.
Rumahnya Besar, Pakaiannya bagus serta serba kecukupan.
Makin sayang dengan Angsa putih yang selalu bertelur Emas.
Sang Tuan pun akhirnya punya istri yang cantik.
Setiap hari waktunya untuk bersenang senang

Karena kesibukannya dengan harta benda,
Sang tuan lupa memperhatikan angsa
Angsa yang setia itu tidak sekedar butuh makan,
 dan tempat yang enak,
Walau selalu bertelur emas, Angsa merasa kesepian,
sehingga produksi telur makin kurang
Sang tuan sering marah bila Angsa tidak bertelur….
Akhirnya kemarahan Sang Tuan memuncak,
saat angsa itu benar-benar tidak mau bertelur.
Ditangkaplah Angsa tersebut.

“ Hai Angsa bodoh, kalo kamu ga mau bertelur,
 akan kubedah perutmu !!!”
Dan ku ambil telur emas dalam perutmu itu”
Kemarahan makin menjadi, angsa putih dibunuh dan dibedah perutnya

Alangkah Kagetnya,
dalam perut angsa tidak satupun ditemukan telur emas.

Sejak itulah Sang Tuan menyesal seumur hidup.
Telur Emas yang selalu memberi kesenangan sudah tidak ada lagi,
Dan Angsa Putih yang disayanginya telah mati.

Cerita diatas menunjukan bahwa petani tersebut  tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan, dan melakukan hal-hal yang berujung pada kerugian. Mungkin ceritanya akan berbeda apabila petani tersebut bila tetap rajin memperhatikan angsa di situasi apapun, pastinya angsa akan selalu bertelur emas , bahkan mungkin akan mempunyai anak angsa, yang tentu menghasilkan apa yang diharapkan oleh petani tersebut.
Begitu juga dengan Detailer yang sudah eksis dalam menjalani pekerjaanya, sehingga menikmati hasil jerih payahnya, gaji yang selalu naik, insentif bulanan, bonus tahunan, trip ke luar negeri, dan bonus lainnya, serta peluang karier yang lebar. Disinilah tantangannya, apabila tidak selalu menjaga konsistensi dalam bekerja, bisa terjebak pada hal yang instan, atau jalan pintas. Hal ini bisa terjadi karena kejenuhan di lingkungan perusahaan ataupun di area kerjanya.
Maka kembalilah kepada pada paradigma awal, bekerja untuk tujuan kebahagian, dan berbuat untuk mendapat kehidupan yang lebih bermakna.

PARADIGMA MENJAGA SEMANGAT BEKERJA
Dengan berjalannya waktu, apabila kejenuhan, ketidakpuasan datang dan keinginan untuk mendapatkan kemajuan bekerja, bisa membuat semangat yang naik turun. Kadang melihat orang lain, begitu mudahnya mendapatkan cita-citanya, selalu membuat kita tertarik untuk mengikutinya, walau harus melepas pekerjaan utamanya. Seolah melihat rumput tetangga kelihatan lebih hijau.
Ada cerita yang sangat  menarik, cerita yang mengibaratkan ketidakpuasan diri dan melihat kondisi orang lain yang lebih beruntung, sehingga ingin meniru apa saja yang dilakukan orang lain, tanpa melihat prinsip-prinsip yang dijalanlan orang lain tersebut. Cerita yang menggambarkan kehidupan petani dibandingkan kehidupan seorang pemburu. Ceritanya sebagai berikut:


Petani dan Pemburu
_
Tersebutlah sepasang sahabat
Masing-masing bernama  Si Icang dan Si Tombak

Persahabatan yang  bermula semenjak kecil itu
bertumbuh subur hingga dewasa

Setelah mereka berkeluarga,
Si Icang memilih menjadi Petani
sedangkan Si Tombak menjadi Pemburu
Dengan  menggarap ladang milik tuan tanah
Si Icang  menghidupi anak dan istrinya.
Penghasilannya boleh dibilang cukup.
Tak berlebih, pun tak berkurang. _

Setiap hari Icang bangun dini hari.
Sepatu bot lalu dipakainya,
dan peralatan kerja pun disandangnya.
Berbekal makan siang dari istrinya,
ke ladang ia selalu pergi
tempat pekerjaan rutin telah menanti.
Ia sadar , jika bersabar, nasibnya akan berkembang lebar.

Jika ikuti prosedur dan aturan kerja dari pemilik ladangnya,
ia akan terus mendapat hasil dari ladang yang dikerjakannya.
Karier yang menjanjikan juga akan didapatinya.
Di tempat lain,
Senjata senapan yang selalu disandang Si Tombak.

Sebelum pergi ia harus cermat mencari tahu,
ke mana perginya binatang buruan hari itu.
Ia ganti bagian senapannya yang rusak dengan yang baru,
ia asah dan bersihkan hingga mengkilat selalu.

Si tombak sadar,
senjatanya yang mengkilap serta peluru
disertai ketrampilannya untuk menembak dengan jitu
itulah modal untuk berburu,
 itulah modal untuk hidup
Si Icang dan Si Tombak setia saling berkunjung.
Mereka berbagi kisah tentang berbagai sisi kehidupan.
Di suatu pertemuan pada suatu siang,
mereka berbagi cerita tentang pengalaman bekerja.

Awalnya,
Pekerjaan Icang terlihat  amat menjanjikan.
Keluarga tercukupi selalu kebutuhannya.
Kehidupan Icang bahagia dan sejahtera,
dan gengsi pun lebih tinggi di depan mata keluarga dan teman.

Sebaliknya,
Penghasilan Tombak tak jelas,
Tak jarang pulang dengan tangan hampa.
Kehidupan Tombak dipenuhi ketakutan.
Sumber kehidupan tak jelas, menciptakan kekhawatiran.
Binatang buruannya pun tak jelas rimbanya.
Membuat Tombak setiap hari hanya berdoa dan berharap.
Namun, Si Tombak tetap berusaha
menjaga harapan dan stamina.
Lama- lama,
buruan Tombak pun semakin banyak.
Seiring dengan kemampuan menembak Si Tombak yang membaik.

Waktu terus berjalan , Belasan tahun kemudian.
Kehidupan keduannya mulai berubah.
Si Tombak kian mahir dan giat berburu.
Sebaliknya, jauh di lubuk hati Si Icang mulai timbul kebosanan.
Berangkat kerja pun disertai enggan.

Tak jarang Si Icang tidur  gelisah,
teringat mesti melakukan  hal sama setiap harinya.
Ia sering menghitung hari, kapan ada libur panjang? Dan istirahat.
Banyak hal yang ingin dikerjakan, terbengkalai karena tak sempat dilakukan.
Meski telah jadi mandor  dan penghasilan meningkat,  Icang  kian bosan
dengan rutinitas dan pola kerja yang biasa.  Ia pun kehilangan semangat
dan mulai sering sakit-sakitan.
Si Icang mulai resah dengan pekerjaannya.
Mulailah Icang membandingkan dirinya dengan Tombak, sahabatnya.
Sejalan perkembangan  waktu,
Tombak makin  antusias dalam berburu, ia tak tampak bosan.
Setiap hari bangun pagi dengan penuh semangat  dan secercah harapan.
Walau ia tidak tahu dimana buruan  berada, ia tetap rajin dan makin terlatih
mengusai medan perburuan. Kehidupan Si Ombak makin membaik.
Setiap orang berkata “ Kualitas hidup Si Tombak jauh melebihi Si Icang”
Kehidupan keluarga  Si Tombak  pun lebih bahagia.
Si Tombak tampak punya banyak waktu untuk keluarga.

Melihat kesuksesan Si Tombak, membuat Si Icang resah.
Si Icang makin tersiksa dengan rutinitasnya.
Istrinya pun mendesak agar  Icang menanyakan rahasia keberhasilan Ombak
dalam  bekerja.

Mulanya Icang  merasa risih..
Si Icang datang kepada Si Tombak.
“Temanku Ombak yang sukses, aku bangga  padamu
Katakanlah padaku,
Apakah aku harus menjadi pemburu,
Agar nasibku sama baiknya dengan dirimu?

Si Ombak tersenyum, lalu menjawab singkat,
“PERCUMA  KAMU MENJADI PEMBURU KALAU MENTALMU TETAP MENTAL PETANI YANG BURUK”
_

Icang sahabatku aku punya cerita buat kamu…
Alkisah… ada tikus yang bosan menghindari kejaran kucing, akhirnya  berdoa  agar dirinya jadi kucing. Ajaib doanya terkabul, ia pun jadi kucing
Tapi tidak bertahan lama ia resah, karena dikejar Anjing. Ia pun berdoa lagi agar jadi  Anjing,. Doanya terkabul, Ia jadi Anjing.
Tak lama jadi anjing , ia harus  lari-lari menghindari  anak-anak  yang mengejarnya. Ia pun berdoa lagi agar jadi anak-anak. TUHAN manjawab “Percuma aku merubah kamu jadi apapun, karena mentalmu tetap saja mental seekor  tikus, maka  kembalikan kamu menjadi
tikus”




Icang sahabatku:

“ Engkau tak perlu jadi pemburu jika mentalmu masih petani. Tetapi Engkau bisa menjadi Petani bermental Pemburu. Itulah yang akan meningkatkan kualitas hidupmu”

Pelajaran yang bisa didapat untuk seorang detailer adalah, menyenangi pekerjaan walau harus berangkat pagi pulang petang, rajin berkunjung ke dokter. Selalu bersiap siap untuk mencari potensi baru untuk menghadapi target yang selalu naik. Tidak cepat merasa nyaman, walau sudah mendapatkan gaji yang tetap disetiap bulannya, yakinlah sewaktu-waktu bisa diberhentikan karena berbagai kondisi. Selalu bekerjasama dengan team, karena team adalah orang yang paling dekat, setelah keluarga. Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar dan mengasah keterampilan. Dan selalu siap untuk ditempatkan dimanapun.
Mempunyai mental pemburu tidak harus jadi pemburu, tidak harus meninggalkan pekerjaan sebagai petani. Seorang Detailer yang telah menekuni pekerjaannya, tentu menginginkan hasil yang maksimal, tidak harus memunyai pekerjaan sampingan, tapi dengan merubah mental. Mental memperdayakan seluruh potensi yang dia miliki, bak seorang petani namun berjiwa pemburu.













BAB III
SANG MAESTRO









_

Detailer adalah pekerjaan yang membanggakan. Temuan obat-obat baru, inovasi pengobatan, serta informasi-informasi medis yang terkini, tidak akan dikenal secara luas tanpa peran seorang Detailer atau Medical Representatif. Mereka adalah wakil perusahaan farmasi yang berhubungan langsung dengan para tenaga kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan apoteker, mendapatkan pengetahuan tentang produk farmasi secara detail, dan tentunya pasien mendapatkan pengobatan yang tepat. Jadi Detailer mempunyai peran yang sangat besar dalam perkembangan kesehatan yang memberi manfaat pada masyarakat luas.
Detailer adalah profesi, dituntut mempunyai kompetensi di bidang pengetahuan farmasi dan mempunyai keahlian personality untuk bisa berhubungan dan komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan. Namun hal itu tidaklah cukup untuk tetap eksis di dunia yang telah menjadi garis hidupnya.  Seorang detailer yang ingin maju saatnya merubah sikap menjadi layaknya seorang maestro. Lalu bagaimana menjadi seorang Maestro tersebut?
Istilah Maestro biasa digunakan untuk para seniman yang menghasilkan karya yang monumental, pantaskah detailer menyandang gelar tersebut. Apa yang dikerjakan seorang detailer, tidak sekedar menginformasikan dan meyakinkan dokter terhadap produk yang dibawakannya, namun juga seorang komunikator yang mempunyai rasa seni tinggi, tidak sekedar memanfaatkan sumberdaya yang bersifat subyektif karena profesi detailer selalu dibatasi oleh kode etik yang sangat ketat. Kemampuan yang dipunyai seorang maestro disebut Personal Mastery. Bagaimana membangun Personal Mastery dalam diri kita, berikut ini kisah-kisah para maestro yang menghasilkan masterpiece.
Pertama adalah kisah Demosthenes, salah seorang orator, pembicara ulung yang sangat termasyur di Yunani. Sewaktu kecil, ia mempunyai gangguan dalam berbicara, atau gagap seperti Azis gagap pelawak di OVJ acara komedi di TV. Sungguh suatu cita-cita yang tidak masuk akal kalau dia mau jadi  seorang orator, namun ia tidak putus asa,  bertahun berlatih di pantai, dengan berteriak-teriak keras mengalahkan suara ombak, bahkan ia mengisi mulutnya dengan kerikil untuk mengatasi gagapnya. Akhirnya ia berhasil menjadi orator ulung di Yunani.
_Kedua, adalah kisah Beethoven yang amat mengharukan . Sejak usia empat tahun , ia telah berlatih piano di bawah didikan dan cambukan yang keras dari ayahnya. Ayahnya seorang penyanyi  tenor tak terkenal dan pemabuk, memaksanya berlatih siang dan malam. Mulanya ayahnya berharap anaknya mengikuti jejak Mozart yang telah sukses di usia enam tahun. Pendidikan yang keras ini memang melatih Beethoven untuk mengasah keterampilannya di bidang music. Namun bertahun-tahun kemudian , baru setelah pindah ke Viena , kesuksesan mulai menghampirinya, tatkala usianya sudah 22 tahun. Artinya, ambisi ayahnya untuk melihatnya sukses di usia muda tidak tercapai. Kesuksesan awal yang didapat tidak berlangsung lama, kemalangan hidup yang dialaminya, seolah memutus semua mimpinya, ia menderita tuli. Sehingga kemampuan musiknya langsung merosot. Ia tidak bisa menjadi konduktor musik yang baik karena ia sendiri tidak tahu alunan musik yang terjadi, bahkan ia sering diusir. Namun, Beethoven bukanlah orang yang mudah menyerah pada nasib. Dalam kemalangannya, ketika teman dan sahabat meninggalkannya, ia mengucapkan kata terkenal, “ O Fate, but never will I bow down to you” (Oh Nasib, tapi aku tidak akan berlutut dihadapanmu).  Untuk memperoleh kemampuannya kembali, Beethoven bahkan berlatih lebih keras lagi. Konon, ia mengkomposisi beberapa musik dengan mengigit ujung sebatang tongkat yang ujungnya dihubungkan ke getaran pada tuts piano. Dengan getaran dimulutnya, ia melatih ”mendengar” komposisi musiknya. Sebuah cara yang sungguh melelahkan! Hasilnya adalah salah satu musiknya yang termasyur seperti Sympony No. 9 adalah buah karyanya di saat-saat ia mengalami penderitaan fisik dan batin yang luar biasa. Begitu telatennya Beethoven , bahkan beberapa buah karyanya masterpiece ia ulang sampai kurang lebih dua-belas kali untuk menghasilkan yang terbaik. Inilah kisah seorang Master yang berjuang mencapai kesempurnaan, dibalik tantangan yang dihadapinya.
_
Tukul Arwana adalah fenomena dunia hiburan layar kaca Indonesia pada awal 2007. Saat ini siapa tak kenal Tukul Arwana? Laki-laki yang sering mengaku sebagai “Cover boy majalah sobek” ini memang sedang berada di puncak popularitas. Wajahnya berkumis seperti kumis lele, tapi rejeki Arwana, nyaris setiap hari muncul di layar telivisi melalui talkshow Empat Mata di sebuah stasiun TV swasta. Melalui acara inilah Tukul diakui sebagai pelawak yang superlaris. Orang tidak tahu, sesungguhnya Tukul Arwana telah melalui perjalanan yang panjang. Sejak di bangku sekolah telah mengasah kemampuan melawaknya tiada henti dia lakukan, dengan mengikuti berbagai lomba-lomba, walau dijalani tanpa imbalan yang layak, dia tetap lakukan. Bahkan sampai harus menjadi sopir angkot, dan hdup tidak berkecukupan. Apa kunci sukses Tukul? Ternyata adalah membaca. Tukul menyadari wajahnya yang kelihatan ndeso perlu diupgrade, bukan dengan operasi wajah tapi dengan menambah wawasan. Berbagai macam buku dia baca, Pada akhirnya dia tidak hanya dikenal sebagai pelawak yang hanya bermodalkan wajah ndeso, namun juga piawai berbicara dengan berbagai orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda.
_Kisah diatas, adalah kisah sejati para maestro sejati. Pantaslah jika mereka disebut master. Mereka tidaklah meraih kemasyuran, kekayaan, pangkat, atau penghargaan dengan cara-cara pintas, tetapi mereka berjuang siang dan malam, membayar dengan waktu  dan tenaganya untuk meraih kesempurnaan karya dalam dirinya.
Di dalam bidang apapun kita bisa membaca kisah para master yang telah membangun seperti kisah diatas. Dalam bidang orator ada Bung Karno, dalam bidang seni lukis ada Picasso, Van Gogh, Leonardo Da Vinci, dan Affandi. Seni Beladiri ada Bruce Lee, Aktor Film laga ada Jacky Chan. Dalam bidang pengusaha bimbingan belajar ada Purdi Chandra. Mereka para master mempunyai disiplin dalam diri, yaitu suatu disiplin yang melebihi kemampuan dan ketrampilan biasa yaitu Personal Mastery. Peter Senge Mendefinisikan Personal Mastery sebagai disiplin untuk terus menerus memperjelas dan memperdalam visi dan tujuan pribadi, lantas memfokuskan energy kita,. Dan secara sabar membangun serta melihat realitas yang sekarang ini ada. Seorang dengan personal mastery menggunakan daya imajinasi dan kreativitasnya dalam mengembangkan dirinya. Bagi mereka , kerja dan kehidupan adalah wujud aktualisasi dari potensi hidupnya. Mereka mungkin saja tidak langsung mendapat imbalan yang pantas. Tetapi ketekunan serta kedisiplinan untuk meraih apa yang mereka impikan, membuat apa yang mereka habiskan atau korbankan, akhirnya layak mendapat imbalan.
Bagaimana detailer bisa menjadi master? Bila melihat cerita diatas dan mengenal disiplin personal mastery, maka ada  tiga kata kunci:
Mengasah kompetensi dan ketrampilan
Semangat
Sabar
Seorang Detailer selain mendapat pengetahuan dan pelatihan dari perusahan tempat bekerjanya, harus selalu terus menerus belajar, bisa menyerap ilmu dari dokter, atau tenaga kesehatan lainnya. Membaca buku-buku yang menunjang kerja dan karier. Banyak jenjang karier yang bisa dirintis oleh Detailer, mulai dari supervisor, manager area, produk manager, dan training manager.
Untuk mewujudkan disiplin personal mastery, suatu keharusan bagi detailer untuk selalu mengasah kompetensi dan ketrampilan. Kompetensi yang lebih baik adalah bekal dalam berkompetisi dengan lawan di medan perang. Selain kompetensi dan ketrampilan, Semangat dan kesabaran yang tinggi harus selalu dipegang untuk mewujudkan disiplin personal mastery.
Seseorang yang mempunyai cita-cita, pasti mempunyai semangat yang tinggi, apapun yang kita lakukan yang bertujuan untuk menunjang pekerjaan dan karier harus dijalani dengan senang hati tidak setengah hati. Bersikaplah positif terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh atasan. Tidak ada  yang lebih menyedihkan ketika pekerjaan dilakukan tanpa semangat sama sekali. Ketika pekerjaan hanya dilakukan karena rutinitas belaka atau pekerjaan dilakukan karena terpaksa, saat itulah pekerjaan terasa menjadi semakin berat. Semangat adalah gairah dalam diri kita yang diikuti dengan perasaan terinspirasi sesuatu, termotivasi untuk mewujudkan sesuatu disertai daya optimisme dan kreativitas.  Bila semangat tinggi telah dicapai, maka kunci yang ketiga untuk mendapat disiplin personal mastery adalah Kesabaran. Kesabaran adalah konsistensi dalam menjalankan segala visi, tidak mudah merasa bosan, tidak mudah beralih ke hal lain yang lebih menarik.
Dalam menempuh disiplin personal mastery, seringkali melampui masa sulit dan masa-masa persiapan yang berat sebelum akhirnya diakui oleh perusahaannya, oleh masyarakat dan oleh orang-orang di sekelilingnya. Dengan disiplin personal mastery, detailer harus fokus, melatih diri dengan sabar, terus menerus mengembangkan diri hingga berhasil mencapai level yang tertinggi. Saat detailer berhasil mencapai level personal mastery yang tinggi itulah, keuntungan, harta, serta kedudukan biasanya akan datang mengikuti.

CARA MENGUKUR DISIPLIN PERSONAL MASTERY
Syarat utamanya adalah mempunyai kompetensi dan ketrampilan yang baik. Yang berikutnya adalah semangat dan kesabaran. Bagaimana menilai semangat dan kesabaran. Di bawah ini adalah grafik Kuadran Persona Master

S
E
M
A
N
G
A
T

KOMPULSIF


MASTER



PEMBOSAN

SETENGAH HATI

   
K         E        S       A      B      A      R     A      N


Pembosan: Semangat rendah, Kesabaran rendah
Kompulsif: Semangat tinggi, kesabaran rendah
Setengah Hati: Semangat rendah, Kesabaran tinggi
Master : Semangat tingi, kesabaran tinggi

_Salah satu kisah master yang lainnya adalah riwayat bintang laga Hongkong yaitu Jacky Chan. Perjuangan Jacky Chan sungguh meletihkan. Lahir tahun 1956 dari keluarga yang sangat miskin, dia lalu dikirim ke China Opera Academy sejak usia tujuh tahun. Selama sepuluh tahun, ia dididik dengan cara-cara brutal untuk pertunjukan silat. Sebulan sekali , ia hidup dari anggota palang merah yang mendatangi mereka untuk memberikan makanan serta pakaian yang layak. Namun, penggemblengan atas kesempurnaan yang didapatkannya selama sepuluh tahun sejak usia mudanya, Menjadikan aktor dengan disiplin yang tinggi untuk mencapai kesempurnaan dalam bidangnya. Bahkan, Jacky Chan menolak setiap kali diberi pemeran pengganti. Padahal, film-filmnya termasuk penuh dengan adegan berbahaya. Termasuk ketika membuat film “Armor of God” di tahun 1986 di Yugoslavia yang nyaris menewaskannya. Kejadian itu tidak membuatnya kapok sama sekali. Kesempurnaan baginya adalah obsesi dan kesenangan. Ia  mengatakan, “ Senang rasanya orang menonton film saya lalu berkata, hebat sekali, bagaimana ia melakukannya!” itulah obsesi seorang master seperti Jacky Chan. Maka, layaklah jika ia mendapat julukan master di bidangnya. Tiga negara, Singapura, Hongkong dan China menjadikannya duta bangsa. Bahkan belakangan   Amerika menjadikannya sebagai salah duta UNICEF. Begitulah seorang Jacky Chan telah membayar ongkosnya sejak kecil dengan cara dicambuk, dipukul, dan berjam-jam dipaksa berlatih selama puluhan tahun. Itulah saat ia membayar ongkosnya untuk menjadi seorang master. Pertanyaanya: berapa ongkos yang berani Detailer bayar untuk mencapai kesempurnaan dalam melakukan tugas dan pekerjaannya? Be a master!
Detailer yang Master, tidak membayar ongkos dengan jalan yang pintas, namun dengan proses yang benar. Inilah tantangan bagi semua detailer, karena banyak sekali godaan-godaan yang dapat membuat detailer terjebak pada suatu hal yang sangat dilematis, tuntutan mencapai omzet yang harus selalu terpenuhi, dengan melalui proses yang benar dan tidak melanggar kode etik yang telah ditetapkan.  Semoga kisah-kisah, dan beberapa tips menjadi personal mastery mampu mengembalikan paradigma Detailer yang benar, menjalankan pekerjaannya dengan benar, melakukan proses dengan baik, tidak menempuh jalan pintas, menikmati dan menyenangi semua rintangan dan kendala yang dihadapi. Niscaya, cita-cita dan harapan tercapai, dan kebahagian hidup terwujud.










_

BAB IV
 STOP JALAN PINTAS








_

Saat kita mempunyai tujuan, entah itu berpergian atau tujuan lain. Tentu banyak jalan yang bisa kita tempuh dan lewati. ada jalan yang panjang dan lama, tapi juga ada jalan yang singkat dan cepat. Setiap perjalanan yang kita lewati pasti ada resiko dan konsekwensinya. Begitu juga dengan pekerjaan detailer, untuk mencapai tujuan dalam pekerjaannya, banyak sekali jalan yang bisa dilewati. Berikut ini adalah beberapa jalan pintas yang mempunyai beberapa resiko dan konsekwensi yang tidak ringan. Contoh dibawah bukan untuk diikuti, tapi menjadi pengetahuan, sehingga dapat menghindari dan tidak menempuh jalan tersebut.

CREDIT OF NOTA
Istilah ini sangat popular dikalangan detailer, bila disingkat Credit of nota adalah CN. Mulanya adalah suatu selisih tagihan tidak tercantum dalam faktur, hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
Harga yang tercantum dalam faktur salah, harga yang tercantum lebih besar dari harga sebenarnya, sehingga ada selisih harga. Selisih harga tersebut yang tidak dibayarkan disebut CN.
_Ada diskon yang tidak tercantum dalam diskon, sehingga potongan diskon tersebut disebut CN
Dalam perkembangannya waktu CN adalah tambahan Diskon yang diberikan kepada apotek  , namun dibayarkan tidak melalui faktur resmi atau istilahnya OF NOTA atau OF FAKTUR, bukan ON FAKTUR. Teknis pemberian CN adalah:
Apotek memotong tagihan distributor sebesar diskon yang dijanjikan
Pihak yang menjanjikan memberikan diskon dalam hal ini bisa distributor atau principal membayarkan diskon ke apotek sebelum ada tagihan
Pemberian CN kepada apotek  yang dilakukan oleh salesman atau detailer, bila yang dilakukannya bukan program resmi dari perusahaan, maka akan menimbulkan ekses yang yang tidak menguntungkan bagi perusahaan, bahkan bagi  salesman dan detailer sendiri. Pemberian CN yang dilakukan oleh detailer, adalah strategi jangka pendek untuk mendapatkan omzet secara instan. Detailer mengorbankan sebagian insentifnya atau bahkan semua insentifnya untuk mencapai target sales yang telah menjadi tugasnya.
Dampak negative pemberian CN adalah sebagai berikut:
Penjualan ke Apotek meningkat sementara waktu, dan kemudian anjlok kembali
Apabila pemberian  CN diberikan terus menerus, maka apotek menganggap  harga obat tersebut dibawah harga yang telah ditetapkan, sehingga apotek menjual berdasarkan harga pokok dikurangi CN, dan lama kelamaan CN yang diberikan tidak berarti apa-apa buat apotek, kecuali besarnya CN makin naik.
Bila pemberian CN terus dilakukan, sedangkan demand tidak meningkat, akan terjadi penumpukan stock, dan resiko expired date akan membuat perusahaan makin merugi.
Pemberian CN mengorbankan keuangan detailer , menimbulkan dismotivasi dalam bekerja.
Bila timbul dismotivasi kerja akan mengganggu proses detailing, dan berakibat pada perilaku yang menyimpang.
Perilaku menyimpang bisa berbentuk, penyimpangan prosedur kerja, penyalahgunaan keuangan perusahaan (uang operasional, Entertain,  biaya up country atau dana kesehatan).
Perilaku menyimpang juga bisa berbentuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sampingan dengan meninggalkan pekerjaan utamanya.
Pemberian CN adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab, terhadap dirinya maupun perusahaan. Pemberian CN yang terus menerus juga tidak membuat apotek mendapat keuntungan yang berlebih, karena akan menjual dengan harga yang lebih murah dari yang telah ditetapkan. Dampak yang terburuk, bila terjadi perang diskon antar area, maka harga produk makin tidak merata, dan membuat pasien merasa kebingungan, dan tidak percaya dengan obat yang dibelinya, apakah asli atau tidak, karena harganya jauh dibawah HET (harga eceran tertinggi).

MENGEDARKAN OBAT SECARA LANGSUNG
_ Tugas pokok Detailer adalah menciptakan pasar, dengan melakukan berbagai kegiatan promosi dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Dampak yang dirasakan adalah peningkatan pemakaian obat-obatan di area tersebut. Menjual langsung obat kepada apotek dan tenaga kesehatan bukan tugasnya. Detailer yang melakukan kegiatan menjual langsung obat yang dipasarkan, mempunya tujuan berbagai macam, antara lain:
Meningkatkan penjualan, dengan cara menjalin hubungan dengan apotek, kemudian menjual ke apotek lain, atau dijual ke subdistributor.
Mendapatkan keuntungan dari penjualan, dengan cara detailer membeli dengan harga pokok di apotek panel, kemudian menjual ke pasien dengan harga HET.
Sering kali kegiatan ini tidak melibatkan secara langsung detailer, namun apotek panel yang memfasilitasi, dengan mengirimkan barang kemanapun, sesuai dengan kemampuan apotek panel.
Kegiatan ini akan berdampak pada peredaran obat yang besifat tidak resmi, dan merugikan area tertentu.

FAKTOR PENYEBAB ADANYA JALAN PINTAS

Produk Farmasi Menjadi Komoditas Trading
Istilah trading disini adalah kegiatan perdagangan yang mengambil keuntungan relative singkat, obat yang dijadikan komoditas adalah yang bersifat fast moving (cepat laku). Modus yang dilakukan adalah apotek belanja ke distributor dalam jumlah yang besar untuk satu item obat. Obat yang telah dibeli dalam jumlah besar kemudian di jual ke beberapa apotek lagi, atau  langsung sub distributor. Margin keuntungan diambil dari diskon tambahan bila belanja dalam jumlah besar ke distributor resmi, dan diskon tambahan yang diperoleh dari principal farmasi dengan cara program resmi maupun yang tidak resmi misalnya CN.

Insetive dan Bonus
Insentive adalah suatu penghargaan untuk detailer yang mencapai performa sales sesuai target yang telah diberikan. Detailer yang berpikiran singkat menggunakan insentive untuk menempuh jalan pintas dalam mendapatkan sales, dengan cara menawarkan tambahan diskon tidak resmi kepada apotek bila sanggup belanja obat sejumlah tertentu.

Persaingan Tidak Sehat
Peredaran obat yang menyebar di berbagai sub distributor, menyebabkan harga satu item obat yang berbeda-beda. Harga obat yang berbeda menyebabkan persaingan harga yang tidak sehat. Hal ini  akan menyebabkan detailer di area tersebut berupaya untuk menjaga peredaran obat yang menjadi tanggungjawabnya, agar tidak kemasukan obat dari tempat lain. Akibatnya detailer tersebut menyesuaikan harga yang telah terjadi di area tersebut, penyesuaian harga bisa dilakukan dengan cara pemberian diskon tambahan (CN) yang tidak resmi.

KELUAR DARI JALAN PINTAS
Hal yang mudah adalah menghindari jalan pintas, namun bila sudah tersesat di jalan pintas, tidak mudah untuk lepas dan kembali jalan utama. Keluar dari jalan pintas tidak semudah teori-teori yang ada. Suatu hal yang mudah dikatakan untuk lepas dari jalan pintas adalah dengan meningkatkan demand. Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh perusahaan farmasi untuk mencegah terjadinya kegiatan yang dipandang tidak sehat, namun demikian kegiatan tersebut tetap berlangsung. Lalu bagaimana cara mencegah dan keluar dari kegiatan yang tidak tersebut? Jawabannya adalah: lanjutkanlah membaca bab berikutnya dari buku ini.

_

BAB V

MENUMBUHKAN JIWA PEMENANG





_

Sangat penting detailer mempunyai jiwa seorang pemenang, dalam menjalankan tugasnya detailer harus siap tempur menggilas semua kompetitornya. Ada kisah inspiratif tentang kompetisi, kisahnya tentang seorang pelari, dalam suatu perlombaan dia kalah. Sewaktu bertemu dengan pelatihnya dia pun berkata dengan lunglai, Teriakan pononton begitu berisik mengganggu konsentrasi saya, trek lari saya kurang mendukung, pelari di samping saya menyentuh badan saya, dan rasanya ingin saya jatuhkan, pasti menang kalo dia yang jatuh. Pelatih tersebut membuat gambar garis lurus diatas pasir lalu berkata “ Jika ini panjang garis lawanmu, bagaimana kamu membuat garis lawan menjadi menjadi lebih pendek?. Pelari itu diam sejenak… lalu menjawab “ gampang saja, saya akan menghapus garis itu biar menjadi lebih pendek. Pelatihnya dengan tenang menjawab “ itulah masalah kamu, dalam berkompetisi jangan berpikir menjatuhkan lawan, namun cara yang lebih positif yaitu panjangkanlah garismu, maka garis kamu akan lebih panjang”.
_



Menjadi pemenang tujuan setiap detailer, bukan dengan menjatuhkan lawan, namun dengan mengembangkan diri sehingga mempunyai kemampuan dan ketrampilan yang melebihi competitor. Ada beberapa hal yang perlu dipahami untuk menumbuhkan jiwa pemenang.




TERIMALAH PEKERJAAN SEBAGAI HADIAH DARI TUHAN.
Pekerjaan detailer termasuk pekerjaan yang membanggakan, dan merupakan karunia tuhan yang harus disyukuri.

Profesi Detailer secara pribadi banyak memberikan keunggulan-keunggulan bagi yang dapat menekuninya, sehingga dapat meningkatkan kualitas pribadi dan memberi manfaat dalam menggapai cita-cita.  Profesi detailer, mempunyai peranan dalam kesehatan masyarakat. Detailer adalah jembatan penghubung antara produsen farmasi dengan para tenaga kesehatan, sehingga produk farmasi dapat dimanfaatkan dengan tepat, masyarakat mendapatkan pelayananan kesehatan terutama obat-obatan yang berkualitas dan tepat pemakaian. Jadi profesi detailer merupakan hadiah dari tuhan untuk masyarakat atau membantu kelangsungan hidup manusia. Para detailer yang mendedikasikan diri pada profesinya, maka akan mendapatkan imbal balik yang pantas untuk kehidupan diri dan keluarga, jadi profesi detailer juga hadiah dari tuhan untuk keluarga. Menerima pekerjaan detailer sebagai hadiah dari tuhan, merupakan dasar utama untuk melangkah maju dalam memenangkan persaingan, dan jadi pemenang.

MEMAHAMI BILA TUHAN ADALAH MAJIKAN YANG SEBENARNYA
Profesi detailer termasuk unik, karena bekerja dibawah pimpinan seorang manajer, namun dalam pelaksanaanya, tidak dipantau lansung. Jadi sangat penting detailer harus merasakan bahwa yang sesungguhnya memantau pekerjaannya adalah Tuhan. Sikap ini akan menumbuhkan kejujuran dan integritas terhadap pekerjaan dan perusahaan dimana detailer bekerja. Pemenang yang sejati adalah yang mempunyai integritas.

PATUHILAH PIMPINAN
Menjadi pemenang harus mempunyai hubungan yang baik dengan pimpinan.


_
Detailer harus mendengarkan perintah managernya, dengarkan saat manager bicara dengan sepenuh hati dan pamahami apa yang tidak terucap, pelajari sikap positif manager, antisipasi arah pemikirannya, perhatiakan pula kesenangan, dan mengerti sesuatu yang membuat manager marah atau bingung. Lakukan apa yang menjadi perintahnya, dan segera laporkan apa yang telah menjadi intruksinya. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi atasan, Meminta atasan untuk membantu perkembangan detailer dalam meningkatkan kompetensi untuk mencapai karier, dan tidak mudah mengeluh dengan atasan atau manager.

PELAJARI SEGALA SESUATU TENTANG PEKERJAAN
Setiap detailer mendapat training yang cukup dari perusahaan, namun demikian masih banyak hal yang harus dipelajari oleh detailer, untuk selalu siap bersaing. Salah satunya adalah informasi, setiap area mempunyai karakter yang berbeda. _
Detailer harus cepat mendapat informasi apa saja yang dapat membantu dalam menjalankan strateginya. Detailer selalu menumbuhkan motivasi dan juga bisa memancar semangat kepada siapa saja, sehingga dokter yang dihadapi akan termotivasi dalam menerima informasi yang detailer sampaikan. Detailer juga harus belajar cara berhubungan dengan lingkungan di area, kebiasaan positif dari orang-orang sekitar area. Dengan mempelajari banyak hal, akan membantu detailer memenang kompetisi.

JANGAN MENJADI PENCURI WAKTU
_Bekerja sebagai detailer mempunyai jam kerja yang berbeda dengan profesi lainnya, pagi masuk kantor seperti biasa, mengerjakan segala urusan administrasi dan meeting koordinasi dengan manager, siang sampai malam berkunjung ke dokter, namun demikian berkunjung ke dokter mempunyai waktu yang fleksibel. Peluang untuk meninggalkan waktu kerja sangat besar karena jam kerja berkunjung ke dokter tidak diawasi oleh atasan. Perlu diperhatikan oleh detailer, bahwa waktu itu sangat penting, jangan sia-sia dibuang untuk kegiatan diluar pekerjaa.

Rencanakan semua aktivitas harian, jangan menunda-nunda suatu tugas untuk segera diselasaikan. Dalam membuat perencanaan harian, biasakan untuk mempelajari dengan seksama tugas. Tentukan prioritas utama yang menguntungkan. Rencanakan dan hasil setiap janji dengan dokter.

MANFAATKAN KRITIK UNTUK KEMAJUAN KERJA
Detailer yang ingin sukses agar melihat sisi positif sebuah kritik, belajar menerima kritik yang membangun dan memanfaatkanya lebih baik daripada menentangnya. Kritik juga bisa menimbulkan krisis. Krisis akan membuka pikiran, memberi rangsangan dan membuat lebih percaya diri. Dengan kritik kita bisa merubah apa yang sedang kita kerjakan, apa yang sedang kita katakana, apa yang sedang kita dengar, dan apa yang kita ketahui.
MENGAKUI KESALAHAN
_Manusia sebagai makluk tuhan yang berusaha untuk menjadi sempurna, namun dalam kehidupan, kita berbuat salah, jangan ditutupi, jangan berbohong, bersikap tegas dan terbuka untuk membicarakannya.  Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan? Mengakui kesalahan dan mengalihkan  tenaga serta pikiran untuk mnghasilkan hal yang positif.
Seorang detailer jangan berkecil hati bila melakukan kesalahan, bahkan orang besar seperti Thomas Alfa Edison membuat 9.999 kesalahan dari 10.000 percobaan sebelum menemukan filament yang bisa dialiri listrik dan menghasilkan cahaya. Setiap kesalahan telah memberinya pelajaran, mengapa bisa gagal dan melalui proses eliminasi selektif  dia bisa menemukan apa yang  berhasil.  Ucapannya yang terkenal adalah “ Sukses adalah Sembilan puluh Sembilan persen adalah kerja keras, dan satu persen inspirasi”. _
Bila detailer telah melakukan kesalahan, bicaralah segera dengan atasan. Sebutkan apa yang terjadi tanpa mencari-cari penyebabnya. Sampaikan apa yang akan dilakukan, minta untuk dikoreksi dan disetujui. Memastikan kepada atasan bahwa kesalahan yang sama tidak akan terulang lagi, sampaikan upaya untuk pencegahan terjadinya kesalahan tersebut. Pilih waktu yang tepat untuk mengatakan hal tersebut. Gunakan pertanyaan yang tepat, karena orang yang dihadapi adalah atasan  orang  yang dihormati. Sampaikan penghargaan atas saran dan nasehat yang telah diberikan.

MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG LAIN DAN MURAH HATI
Detailer dalam berinteraksi di kantor maupun di area, berhubungan dengan dokter, tenaga kesehatan dan apotek, tidak jarang mendapat perlakuan yang kurang berkenan. Tindakan mudah memaafkan atas perlakuan seperti itu, akan membuat dipandang mempunyai sikap yang bijaksana, sehingga Detailer akan mudah mendapat kepercayaan , sebagai orang yang berkompeten dan berpengetahuan yang baik.
Memaafkan dan murah hati bukanlah hanya tindakan dalam memberi wujud materi ke pihak lain, namun sikap empati dan mampu mendengar dengan baik keadaan orang lain, keluhan dan harapan orang lain.

BELAJAR MENGUASAI KEMARAHAN DAN MENGENDALIKAN EMOSI
Detailer dalam meghadapi segala permasalahan yang membuatnya kecewa harus mampu mengendalikan emosi, segala ungkapan kemarahan mempunyai energy yang bisa mematikan, dan membuat kerusakan. Kecelakaan di jalan raya yang menyebabkan kematian banyak korban meninggal, sebagian besar karena adanya pelanggaran lalu lintas,  pelanggaran berawal dari tidak mampu mengendalikan emosi. Ketidakmampuan mengendalikan emosi berakibat fatal
MEMPUNYAI KEBERANIAN UNTUK BERINISIATIF
Detailer dalam menjalankan tugas, banyak kendala dan hambatan di area. Kreativitas dan berani untuk berinisiatif dapat membantu mengatasi segala hambatan, keberanian tidak tumbuh begitu saja. Anak harimau bila sejak kecil di asuh oleh seekor induk rusa, akan tumbuh bermental seperti rusa, ketika bertemu harimau dia pun akan takut. Demikian juga keberanian  seorang detailer harus tumbuh dari lingkungan kerja yang selalu menumbuhkan sikap positif dalam menghadapi segala hambatan.

MEMEGANG TEGUH ATURAN
Pekerjaan Detailer sangat rawan atas penyalahgunaan, karena berhubungan dengan pemasaran obat-obatan yang tidak dijual bebas. Segala aktivitas Detailer telah di atur oleh kode etik, dan undang-undang. Beberapa ancaman pidana bisa dialami bila aturan tersebut tidak dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Begitu pula segala ketentuan di perusahaan tempat detailer bekerja, memberi acuan dalam bekerja pada setiap detailer.

HINDARI KARAKTER NEGATIF
Detailer dalam menjalani tugasnya perlu membuang jauh-jauh beberapa karakter yang dapat  menghambat pekerjaan dan karier.
BERSIKAP NEGATIF bisa muncul tatkala, ada kebijakan perusahaan atau gagasan dari orang-orang disekitar kita, dimana hal itu tidak sejalan dengan pemikiran kita, jadi seolah-olah hal itu tidak bisa kita jalankan.  Mungkin kita menemukan orang-orang yang berpikir  negative, cirri-cirinya adalah bila ada gagasan atau kebijakan, yang muncul adalah kata dan kalimat seperti:
Tidak mungkin
Tidak bisa
Mustahil
Percuma
Buat apa?
Tidak ada gunanya
Tidak usah
Bikin capek  aja
Dan sebagainya
Bila diumpamakan sikap berpikir negative terjadi pada orang yang melihat roti donat, dan  air dalam gelas. Bila orang yang berpikir negative akan melihat roti donat adalah lubangnya, sedangkan yang berpikir positif akan melihat isinya berbentuk bulat. Demikian juga orang yang berpikir negative melihat gelas yang berisi setengah yang dilihat gelas yang kosongnya, dan berpikir positif yang dilihat isinya.
Bagaimana  cara menghilangkan berpikir negative yang dapat menghambat pekerjaan dan karier. Yang pertama renungkanlah apa pemicunya? Mungkin capek, lapar taupun stress. Cobalah untuk selalu mengubah pola pikir, sehingga selalu bisa waspada apakah yang menjadi pemicunya, Bila sudah mengenalnya maka akan mudah mengendalikannya. Yang kedua belajar bertoleransi dengan keadaan dan kelemahan orang lain. Janganlah menuntut orang lain sempurna, toh diri kita tidak bisa sempurna. Karakter yang kedua adalah EGOSENTRIS, karakter yang hanya berfokus pada kepentingan pribadi, setiap yang dilakakukan harus ada imbalannya. Berhitung untung rugi setiap yang diberikan. Meminta orang lain berkorban sedang dirinya tidak mau berkorban. Memanfaatkan situasi dan kondisi untuk kepentingan pribadinya.
Detailer juga harus menghindari sikap NARSIS, memuja keunggulannya sendiri, bahkan cenderung berharap orang lain untuk menganggumi dirinya. Sikap ini berbeda dengan sikap Percaya diri, terkadang bisa berbuat baik kepada orang lain, tapi ujungnya untuk mendapat pujian. Seorang Detailer harus menghindari pujian yang berlebihan. Pujian yang berlebihan bisa membuat tinggi hati dan menganggap remeh orang lain. _
GOSIP menghabiskan waktu-waktu yang produktif serta seringkali membuat seseorang atau suatu pihak yang terluka. Gosip hanya membuat senang orang membicarakannya, orang seperti ini senang menjadi pusat perhatian. Detailer harus pandai menyaring informasi dari berbagai pihak, dan membecirakannya di waktu dan orang yang tepat. Apa jadinya bila detailer memberikan informasi kepada dokter ternyata hanya gossip, maka reputasinya akan dipertanyakan. Bagaimana cara mengenal informasi yang bersifat gossip, bila informasi tersebut memojokkan pribadi seseorang, biasanya bersifat gossip. Menambahkan dan melebihkan informasi yang terjadi, memutarkan balikan fakta serta mengurang informasi, termasuk salah satu gossip.

13. MENGAMBIL SEGALA KEPUTUSAN ATAS HIKMAT TUHAN
Dalam mengambil segala keputusan pada hakekatnya bukan sekadar buah  dari pikiran dan tindakan dari tubuh kita, namun juga gerak hati atas petunjuk Tuhan Sang Pencipta. Kita harus selalu mendekat dalam segala keputusan dari hal yang kecil sampai yang besar, dari hal yang mudah sampai hal yang sulit. Bila semua keputusan didasarkan atas nama Tuhan, akan terasa lebih baik apapun hasilnya. Berdoalah untuk mendapat semua KaruniaNya. Amiin









_









BAB VI
BELAJAR MENGENAL KEPRIBADIAN DIRI









_
Detailer dalam mengembangkan diri dan kariernya perlu mengetahui, bakat dan minat yang bisa dikembangkan, dengan cara mengetahui kepribadian diri melalui tes kepribadian. Setelah melakukan tes tersebut diharapkan Detailer mengetahui apakah yang pekerjaan yang telah dijalani sesuai dengan bakatnya, dan dapat menentukan arah pengembangan diri dan karier yang lebih terarah.
Ada empat katagori tes yang dilakukan:
Tes Ekstrovert dan Introvert
Kategori ini berkaitan dengan bagaimana kita lebih memilih berinteraksi dengan dunia dan bagaimana kita lebih memilih untuk mendapatkan energy dan stimulasi. Bentuk tesnya adalah sebagai berikut: Pilihlah antara pernyataan A atau B pada kolom yang telah disediakan, jawablah dengan jujur karena tidak ada yang benar atau salah dalam tes ini.

No
Pernyataan A
Pernyataan B
Pilihan

1
Banyak bicara, sedikit dengar
Sering dengar, jarang bicara


2
Antusiasme tinggi
Menunggu orang lain melakukan sesuatu


3
Mengutarakan pendapat
Menyimpan ide


4
Aksi, baru berpikir
Berpikir, baru aksi


5
Suka berada diantara orang banyak
Lebih suka menyendiri


6
Lebih nyaman tampil di depan
Lebih nyaman di belakang


7
Kadang kehilangan focus
Bagus dalam konsntrasi


8
Bisa terlibat banyak hal dalam satu kesempatan
Hanya bisa berkonsentrasi dalam satu hal


9
Menonton TV di rumah
Nonton bareng di kafe


10
Mudah mendapatkan teman baru
Sulit mendapatkan teman baru


11
Sulit mengungkapkan perasaan
Mudah mengungkapkan perasaan


12
Lebih suka berinteraksi
Privasi lebih utama


13
Berkumpul bersama sanak saudara
Menyendiri di rumah


14
Menjadi ilmuwan
Menjadi Pembawa acara


15
Nyaman berada bersama teman
Lebih nyaman sendiri



Cocokanlah pilihan diatas dengan huruf-huruf dibawah ini
No
Pernyataan A
Pernyataan B

1
E
I

2
E
I

3
E
I

4
E
I

5
E
I

6
E
I

7
E
I

8
E
I

9
I
E

10
E
I

11
I
E

12
E
I

13
E
I

14
I
E

15
E
I


Jumlahkan berapa huruf E dan I,
Bila jumlah huruf E sama dengan atau lebih dari 8 berarti Ekstrovert
Bila jumlah huruf I sama dengan atau lebih dari 8 berarti Introvert
Orang yang berkategori Ekstrovert biasanya lebih suka berbicara, sering berpikir keras, berbicara dengan orang-orang di pertemuan, atau meminta pada rekan kerja untuk memberi pendapat, tapi kemudian seringkali tidak benar-benar mendengarkan.  Di sisi lain hidupnya merasa hampa, dan jika harus menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian butuh orang lain untuk mengaktualisasi diri . Orang yang berkategori Introvert mendapat energy dari pikiran sendiri, jarang bicara waktu diskusi, lebih suka mendengar, dan menghabiskan waktu untuk sendiri.
Tes Intiusi dan Perasaan
Katagori ini berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk lebih memilih dalam mengumpulkan informasi dan bertindak terhadap  informasi yang ada.  Ada  2 tipe dalam kategori ini yaitu SENSOR dan INTUITIF. Untuk mengetahuinya, ikutilah tes berikut ini:
Pilihlah antara pernyataan A atau B pada kolom yang telah disediakan, jawablah dengan jujur karena tidak ada yang benar atau salah dalam tes ini.
No
Pernyataan A
Pernyataan B
Pilihan

1
Fokus pada detail
Fokus pada gambaran besar


2
Fokus pada yang spesifik
Fakus pada yang terjadi dlm obyek


3
Pengamat
Pemikir


4
Memperhatikan kejadian hari ini
Melihat implikasi yang terjadi


5
Mempertimbangkan fakta
Percaya pada insting


6
Hidup saat ini dan untuk saat ini

Masa kini berimplikasi pada masa depan


7
Percaya pd pengalaman masa  lalu
Percaya bahwa segala sesuatu bisa saja terjadi


8
Percaya pd teori yang mapan
Berusaha menemukan teori baru dari persepektif yang berbeda


9
Mengikuti petunjuk satu per satu
Mencari tahu sendiri



10


Melihat apa yang terjadi

Melihat apa yang mungkin terjadi


11
Bekerja dengan energy seperlunya
Bekerja dengan luapan energy yang sewaktu waktu bisa muncul


12
Belajar melalui fakta yang logis dan berurutan
Memilih secara acak dan melompat-lompat


13
Melihat yang tampak
Mempelajari hubungan antara fakta dengan makna yang terkandung


14
Praktis
Kompleks


15
Tidak percaya firasat
Sangat percaya firasat



Cocokanlah pilihan diatas dengan huruf-huruf dibawah ini
No
Pernyataan A
Pernyataan B

1
S
N

2
S
N

3
S
N

4
S
N

5
S
N

6
S
N

7
S
N

8
S
N

9
S
N

10
S
N

11
S
N

12
S
N

13
S
N

14
S
N

15
S
N

Bila jumlah S lebih dari 8 maka orang tersebut mempunyai tipe SENSOR. Orang yang sensor dalam mengumpulkan informasi lebih memilih dengan menggunakan kelima indranya, dalam menginterpretasi setiap ransang(sensor) secara literal, factual dan terinci, mereka melihat fakta-fakta, detail, dan realitas dunia di sekitarnya. Sensor cenderung praktis dan harfiah. Bila jumlah N lebih dari 8 maka orang mempunyai tipe INTUITIF, orang yang bertipe ini melihat segala sesuatu adalah relative, skema yang lebih besar, kurang tertarik pada yang spesifik dan terperinci. Intiutif cenderung imaginative.
Kategori Pemikir dan Perasa
Kategori ini berkaitan dengan sesorang dalam membuat keputusan. Dalam membuat suatu  keputusan ada 2 tipe orang yaitu PEMIKIR dan PERASA. Untuk mengetahui tipe ini, lakukanlah tes dibawah ini:
No
Pernyataan A
Pernyataan B
Pilihan

1
Membuat pernyataan secara objektif
Berdasarkan nilai dan rasa


2
Tenang
Hangat


3
Yakin dengan penjelasan yang rasional
Yakin dengan keyakinan yang dirasakannya


4
Jujur
Diplomatis


5
Menganggap sedikit masalah dengan sangat serius
Menganggap semua dengan serius


6
Memaksakan kehendak
Berusaha semaksimalnya menerima kehendak orang lain


7
Memaksakan diri untuk menyenangkan orang lain
Tidak memaksakan diri terlalu keras untuk menyenangkan orang lain


8
Datar
Sensitif


9
Logis
Empati


10
Berterus terang
Bijaksana


11
Relasi
Persahabatan


12
Bekerja keras untuk orang lain
Bekerja keras untuk diri sendiri


13
Suka melihat kelemahan
Suka memberi pujian


14
Termotivasi pada pencapaian
Termotivasi dengan inspirasi


15
Menghindari konflik
Menganggap berdebatan sebagai sesuatu yang asyik



Cocokanlah pilihan diatas dengan huruf-huruf dibawah ini
No
Pernyataan A
Pernyataan B

1
T
F

2
T
F

3
T
F

4
T
F

5
T
F

6
T
F

7
F
T

8
T
F

9
T
F

10
T
F

11
F
T

12
T
F

13
T
F

14
T
F

15
F
T


Bila jumlah T lebih dari 8 termasuk dalam orang yang mempunyai tipe Pemikir. Seorang tipe Pemikir membuat keputusan pada nilai-nilai objektivitas, logis, dan analitis. Beberapa pemikir membuat keputusan tanpa memperdulikan orang lain bahagia atau tidak, membuat keputusan yang dianggap benar. Sebaliknya bila jumlah F lebih dari 8 termasuk orang yang membuat keputusan dengan tipe Perasa. Seorang perasa membuat keputusan berdasarkan sesuatu yang akan menciptakan harmoni, menghindari konflik, dan memaksakan diri untuk mengakomodasi kebutuhan orang lain, mengalah, dan takut akan terkena imbas buruk jika menentang orang lain.
Kategori Judger dan Perseptor
Kategori ini berkaitan dengan orientasi hidup yaitu tipe JUDGER dan PERSEPTOR. Untuk mengetahui tipe tersebut, lakukanlah tes berikut ini:

No
Pernyataan A
Pernyataan B
Pilihan

1
Sering terlambat
Selalu tepat waktu


2
Suka menyelesaikan pekerjaan
Suka memulai pekerjaan


3
Bekerja dahulu, bermain kemudian
Bermain dulu, bekerja kemudian


4
Ingin semuanya pada kepakeman
Selalu menjaga tetap open minded


5
Nyaman dengan jadwal
Menyukai spontanitas


6
Terstruktur
Fleksibel


7
Membuat daftar belanja bulanan
Langsung pergi ke swalayan


8
Menganggap peraturan sangat penting untuk diterapkan
Menganggap peraturan itu malah menyulitkan


9
Mudah mengatasi kegagalan dari rencana
Sulit menerima kenyataan kegagalan akan cit-cita


10
Menjaga masa depan tetap terjaga
Selalu teguh menjaga cita-cita



11
Suka mengumpulkan informasi dan langsung memutuskan
Lebih suka melihat perkembangan dan menarik kesimpulan sementara


12
Sangat serius dengan jadwal
Menganggap jadwal sebagai sesuatu yang fleksibel


13
Inkonvensional
Konvensional


14
Orang yang serius
Orang yang have fun


15
Mudah membuat keputusan
Sulit membuat keputusan



Cocokanlah pilihan diatas dengan huruf-huruf dibawah ini

No
Pernyataan A
Pernyataan B

1
P
J

2
J
P

3
J
P

4
J
P

5
J
P

6
J
P

7
J
P

8
J
P

9
P
J

10
P
J

11
J
P

12
J
P

13
P
J

14
J
P

15
J
P


Bila jumlah J lebih dari 8, orang ini mempunyai kategori tipe Judger. Orang yang disebut Judger hidup terstruktur, teratur, terjadwal dan tepat waktu. Sedangkan bila jumlah P lebih dari 8 disebut orang yang bertipe Perseptor, seorang perseptor merasa tidak nyaman dengan peraturan, jadwal dan deadline. Perseptor mengandalkan spontanitas dan responsive.

VARIASI KATEGORI KEPRIBADIAN
ENJF: Pedagogue
Umumnya lebih cocok menjadi pemimpin dalam kelompok. Tipe ini dapat agresif untuk membantu orang lain menjadi lebih baik.
ENFP: Journalist
Orang yang bertipe ini menyukai cinta dan kejutan-kejutan dalam hidupnya. Orang ini mempunyai perasaan yang kuat dan ekspresif. Menganggap hidup sebuah drama yang menarik. Orang ini cakap untuk bekerja di bagian penjualan, pemasaran, politik dan acting.
ENTJ: Field Marshal
Merupakan tipe dasar sebagai penggerak orang-orang di sekitarnya dan sangat merasakan kebutuhan memimpin orang lain. Cenderung menyukai beban tanggung jawab dan sangat menikmati menjadi seorang eksekutif.
ENTP: Invetor
Antusias dalam segala hal dan selalu peka terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. Bersikap non konformis dan sangat inovatif.
ESFJ: Seller
Ini adalah tipikal paling social di antara semua tipe, sangat bersahabat dan ramah kepada orang lain. Orang ini dapat bekerja dengan pekerjaan yang berkaitan dengan kontak pribadi.
ESFP: Entertainer
Tipe yang sangat menarik, serta memancarkan kehangatan dan optimism tinggi. Orang dengan tipe ini cenderung lembut, cerdas, menawan, pintar dan menyenangkan.
ESTJ: Administrator
Tipe yang banyak berhubungan dengan lingkungan eksternal. Orang yang bertipe ini adalah orang yang mempunyai tanggung jawab dan setia, dan loyal dalam bekerja. Sering terlibat dalam perkumpulan social.
ESTP: Promoter
Orang bertipe ini adalah orang-orang yang berorientasi pada aksi, seringkali terlihat sangat canggih, dan kadang-kadang kejam terhadap orang lain. Menyenangkan dan menarik namun bermasalah dalam komitmen pertemanan. Dapat menjadi promoter yang baik, pengusaha dan juga pandai menipu.
INFJ: Author
Orang bertipe ini mempunyai pendirian yang kuat serta merasa senang membantu orang lain, orang bertipe ini dapat menjadi ahli terapi yang baik, seperti dokter.
INFP: Questor
Orang yang idealis, mengorbankan diri, berorientasi pada keluarga dan rumah, tetapi tidak merasa rileks. Orang yang bertipe ini mempunyai kapasitas besar untuk memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama.
INTJ: Scentist
Orang bertipe ini mempunyai percaya diri yang paling besar, paling independen, dan juga yang paling pragmatis dari semua tipe kepribadian. Mudah membuat keputusan, menyukai logika dan ide-ide dan tertarik pada penelitian ilmiah.
INTP: Architect
Dalam hal ketepatan  pemikiran dan pemakaian bahasa, orang bertipe ini sangat ahli. Selain itu mereka dapat dengan mudah kontradiksi dan inkonsistensi. Meraka bagus di logika dan matematika, serta dapat menjadi ilmuwan yang teoritis, kurang baik sebagai penulis atau tenaga penjualan.
ISFJ : Conservator
Orang yang bertipe ini berorientasi pada pelayanan dan pekerjaan dengan setia. Orang yang bertipe ini baik dalam pekerjaan sebagai perawat, guru, sekretaris, dokter umum, pustakawan, manager dan juga pembantu rumah tangga.
ISFP: Artist
Tertarik pada seni rupa. Orang yang bertipe ini suka mengekspesikan diri terutama melalui tindakan atau bentuk seni. Cenderung pemalu, tidak banyak bicara dan kurang memiliki komitmen.

ISTJ: Trustee
Orang bertipe ini adalah pilar tangguh yang dapat diandalkan. Tipe ini sering mencoba untuk mereformasi orang lain, sehingga cocok bekerja sebagai auditor, akuntan, dan psikolog.
ISTP: Artisan
Orang yang bertipe ini berorientasi aksi dan tak kenal takut. Dan menginginkan kesenangan, biasanya impulsive dan tak mudah dihentikan. Mahir menggunakan alat intrumen, dan cocok menjadi ahli teknis.
Setelah mengetahui beberapa tipe kepribadian, detailer dapat memahami kepribadian yang dimilikinya, sehingga dapat mengembangkan bakat dan minatnya. Selain itu Detailer juga dapat memahami berbagai macam kepribadian orang, sehingga akan lebih mudah berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda-beda karakter. Kapan saatnya bisa lebih terbuka dengan orang-orang yang bertipe Ekstrovert? Atau menjadi pendengar yang baiknya. Dan juga lebih pelan dan pasti dalam berinteraksi dengan orang yang bertipe introvert. Selain itu juga dapat memahami karakter para pimpinan, sehingga detailer lebih mudah menyerap apa yang menjadi kibajakannya.


_
BAB VII
EVALUASI DIRI UNTUK BERTAHAN ATAU PINDAH PERUSAHAAN











_
Sungguh sangat menarik menjadi seorang detailer, karena begitu mudahnya pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah dalam menentukan kepindahan ke perusahaan lain telah melakukan analisa yang lebih baik. Sebelum menentukan kepindahan, ada pertanyaan yang perlu dijawab untuk lebih memudahkan evaluasi dalam bekerja:
Apakah anda benar-benar senang dengan yang anda kerjakan?
Apakah pekerjaan anda saat ini, merupakan tujuan jangka pendek atau jangka panjang?
Apakah anda sudah mengembangkan semua bakat yang anda miliki?
Apakah anda bekerja untuk bisa membayar kebutuhan hidup?
Apakah yang anda kerjakan sesuai dengan aturan agama yang anda anut?
Dan apakah yang anda kerjakan bisa mendapat manfaat bagi orang-orang disekeliling anda?
Pertanyaan diatas sifatnya sangat obyektif, dan tidak bertendensi  kepada kepentingan pribadi semata. Ada banyak pertimbangan dalam menentukan evalusi diri dalam bekerja.
Berapa gaji yang sekarang diterima?
Apakah semua persoalan kerja bisa diselesaikan dengan baik?
Apakah kondisi social bisa dijalankan dengan baik?
Apakah hubungan dengan rekan dan lingkungan kerja berlangsung harmonis?
Apakah dalam bekerja mendapat penghargaan dan status sesuai yang dibutuhkan?
Bagaimana dengan masa depan financial?
Ada empat imbalan yang bisa diterima dalam pekerjaan:
Rasa berharga, bangga, dan penting
Rasa memperoleh keberhasilan dan kemajuan
Rasa diri berkembang
Financial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
Sisihkanlah waktu untuk menjawab pertanyaan diatas, untuk suatu perubahan dalam memutuskan bertahan atau pindah perusahaan lain, merupakan keputusan besar. Pertimbangan ini mungkin dipercepat oleh perubahan yang tak terduga di tempat kerja, seperti pergantian atasan, perubahan struktur organisasi, atau mungkin ada kekecewaan yang semakin besar dengan pekerjaan, atasan, dan rekan kerja. Barangkali juga mersa jenuh, karena bekerja sudah lama tidak mendapat tantangan yang baru.
Membuat keputusan ini mungkin sulit, dan tentunya sangat penting. Memperlukan pertimbangan yang cermat untuk pindah. Berpindah berarti membina sesuatu yang baru di perusahaan baru. Bukan sekedar melompat dan pindah menuruti dorongan hati. Untuk mengambil keputusan yang sulit, lakukan analisa sebagai berikut, dengan melakukan penilaian yang objektif.

MATRIK INDEKS KEPUTUSAN
Untuk menentukan keputusan bertahan atau pindah ke perusahaan, perlu dilakukan analisa dengan mengisi matrik indeks keputusan berikut ini:
Setiap Aspek pekerjaan berilah bobot sesuai dengan penting tidaknya aspek tersebut bagi anda:
Bobot 1 : Kurang penting
Bobot 2 : Penting
Bobot 3 : Sangat penting
Kemudian berilah skor, sesuaikan dengan persepsi anda masing-masing, misalnya:
 - gaji yang lebih besar mendapat skor 3
- Sistem laporan kunjungan masih manual mendapat skor 1, namun bisa jadi juga mendapat skor 3 bila anda lebih cenderung menyukai system tersebut.
Skor 1 : bila menurut penilian anda kurang baik
Skor 2 : bila menurut penilaian anda baik
Skor 3: bila menurut penilaian anda sangat baik
Kemudian hitunglah dengan rumus : Bobot x Skor = nilai. Jumlahkan nilai dari pilihan bertahan dan pindah, sehingga anda akan mendapat Indeks nilai keputusan, Indeks nilai yang tinggi menjadi pertimbangan anda untuk memiliih keputusan tersebut.





ASPEK PEKERJAAN
BOBOT
BERTAHAN
PINDAH



SKOR
NILAI
SKOR
NILAI

Gaji pokok






Tunjangan bensin






Fasilitas kendaraan






Uang makan






Biaya up country






Uang pulsa






Insentif






Reward luar negri






Tunjangan Rawat jalan






Tunjangan Rawat Inap






Dana pensiun






Brand Produk






Luas Area






Jarak kantor dengan rumah






Jarak kantor dengan area






Jarak rumah dengan area






Sistem pelaporan kunjungan






Target sales






Atasan






Teman






Karier






Komitmen






Dana intertain






Sponsorsip






Jumlah hari kerja






Target dokter






Waktu untuk keluarga














Kemudaian jumlahkan dan dapatkan indeks nilai keputusan.
Contoh peristiwa:
Seorang detailer bernama Cristian Ronaldo, bebarapa tahun yang lalu bekerja di perusahaan farmasi yang bernama MU, bertahun tahun dia bekerja di MU dan banyak mendapat prestasi dan penghasilan yang lumayan besar. Tiba-tiba mendapat tawaran dari perusahaan farmasi yang bernama RM. Cristian Ronaldo bimbang untuk memutuskan, karena perusahaan tersebut sama besarnya, kemudain dia membaca buku The Master of Detailer yang memuat matrik analisa keputusan.  Akhirnya Cristian Ronaldo membuat matrik keputusan seperti dibawah ini

ASPEK PEKERJAAN
BOBOT
BERTAHAN
PINDAH



SKOR
NILAI
SKOR
NILA  I

Gaji pokok
3
3
9
3
9

Tunjangan bensin
3
2
6
3
9

Fasilitas kendaraan
3
2
6
2
6

Uang makan
3
2
6
3
9

Biaya up country
2
2
4
2
4

Uang pulsa
2
2
4
2
4

Insentif
3
2
6
3
9

Reward luar negri
2
2
4
2
4

Tunjangan Rawat jalan
2
2
4
2
4

Tunjangan Rawat Inap
2
2
4
2
4

Dana pensiun
2
2
4
2
4

Brand Produk
2
2
4
3
6

Luas Area
2
1
2
3
6

Jarak kantor dengan rumah
2
1
2
3
6

Jarak kantor dengan area
2
2
4
3
6

Jarak rumah dengan area
2
1
2
3
6

Sistem pelaporan kunjungan
3
2
6
3
9

Target sales
2
2
4
2
4

Atasan
1
2
2
2
2

Teman
1
2
2
2
2

Karier
3
2
6
2
6

Komitmen
3
2
6
2
6

Dana intertain
3
2
6
2
6

Sponsorsip
3
1
3
3
9

Jumlah hari kerja
3
1
3
3
9

Target dokter
2
2
4
3
6

Waktu untuk keluarga
3
2
6
3
9

INDEKS NILAI


119

164

_
Setelah mengisi matrik diatas Cristian Ronaldo mendapatkan Indeks nilai keputusan bertahan 119, sedangkan indeks nilai pindah 164, ini artinya nilai keputusan untuk pindah lebih besar. Akhirnya Cristian Ronaldo mengajukan surat pengunduran diri dari MU dan menerima tawaran untuk pindah ke RM. Selamat buat Cristian Ronaldo, anda telah membuat keputusan dengan pertimbangan yang matang. Semoga selalu berprestasi dimanapun berada, semoga tuhan selalu memberi rahmat. Amiin

MENGHADAPI PEMECATAN
Salah satu pengalaman yang paling traumatis bagi setiap detailer adalah pemecatan. Tidak peduli betapun halusnya berita itu disampaikan, kehilangan pekerjaan adalah pengalaman kehilangan yang besar.  Respons emosi yang langsung atas pemecatan bisa berupa kemarahan, penolakan dan apatis. Hal itu wajar, tetapi ada yang lebih penting perlu dilakukan.
_
Diskusikan dengan atasan, rincian spesifik yang membuat terjadinya pemecatan.
Tanyakan hak-hak anda sebagai karyawan yang di-PHK
Mintalah surat referensi
Jalanilah kehidupan seperti biasanya
Tunjukan sikap positif dan selalu bersemangat
Semakin meningkat ibadah dan beramal


PERSIAPAN MASA PENSIUN
Pensiun merupakan kesenangan bagi sebagian orang dan penderitaan bagi yang lain. Bagaimana untuk detailer dan apa yang musti dipersiapkan dan dilakukan. Bila detailer mempunyai tunjangan pension dari perusahaan, gunakanlah dan nikmatilah sebagai buah hasil selama bertahun-tahun bekerja dan mengabdi pada profesi, hindarilah menggunakan dana pensiun untuk memulai bisnis baru yang belum dikuasai. Persiapan yang ideal untuk pensiun dilakukan selama tahun-tahun kerja sewaktu masih ada semangat  untuk membina hobi dan minat serta membuat rencana yang produktif. Ada beberapa contoh yang bisa dilakukan para pensiunan detailer:
_














 Gunakanlah pengalaman detailer dengan selalu membuka diri terhadap kalangan muda yang sedang membina pekerjaan atau karier di farmasi atau pekerjaan lain. Sumbangkanlah segala pengalaman anda, dengan berjalannya waktu, apa yang anda berikan akan mendapat imbalan yang pantas.
Menekuni hobi, bila ditekuni dengan baik tidak menutup kemungkinan mendapat peluang yang menguntungkan misalnya hobi berkebun, minat olah raga atau rekresai.
Menggunakan uang pensiun untuk menikmati perjalanan ke berbagai pelosok dunia.
Kalaupun berkecimpung dalam usaha, libatkanlah pada usaha yang sudah mapan. Misalnya dengan sistem francaise.
Semakin tekun beribadah, dan berolah raga serta berperilaku hidup sehat.
Dengan demikian, masa pensiun merupakan masa yang harus direncanakan dan kemudian dinantikan dengan penuh minat dan antusias. Selama masa kerja asah selalu gergaji, ketrampilan pada minat yang ditekuni. Selamat menempuh hari tua.








_




BAB VII
Meraih sukses dengan hati








_
Menekuni profesi apapun di dunia ini, merupakan kehendakNya. Semoga profesi detailer semakin diperhitungkan. Detailer yang mempunyai kompetensi, berkarakter, dan memberi sumbangsih pada perkembangan dunia kesehatan. Memberi manfaat pada orang-orang sekitarnya serta keluarganya.
Segala rintangan dan kendala akan lebih mudah dilalui dengan sikap positif, lapang dada dan selalu mendekat pada Tuhan.
Dimanapun ujung dari tujuan seorang detailer, semata mata adalah mengabdikan dedikasi dan profesinya untuk mendapat kebahagian yang hakiki. Selain tercukupinya kebutuhan material dan rohani, diharapkan detailer mempunyai langkah yang strategis untuk perbaikan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

BERIBADAH DENGAN BENAR. Diawali dengan memahami agama dengan benar lalu mengamalkannya dengan konsisten sebagai pengokoh keimanan.
BELAJAR DAN BERLATIH TIADA HENTI. Segala sesuatu senantiasa berubah, bagaimana mungkin kita bisa menyikapinya dengan baik apabila ilmu, pengalaman, dan wawasan tak bertambah. Kuncinya adalah belajar dan berlatih tiada henti.
BEKERJA KERAS DENGAN CERDAS.  Tuhan telah menyediakan segala yang terbaik untuk kebahagiaan dan kemuliaan kita. Kita hanya tinggal menjemputnya, dengan kerja keras yang cerdas dan ikhlas.
BERSAHAJA DALAM HIDUP. Hidup bersahaja akan meringankan beban hidup, tidak memamerkan kesuksesan dan tidak iri dengan keberhasilan orang lain.
MEMBANTU SESAMA DAN MEMELIHARA LINGKUNGAN. Sebaik-baiknya manusia adalah yang membawa manfaat sebesar-besarnya bagi sesama.
BERSIHKAN HATI SELALU. Tiada berarti segala kesuksesan yang dicapai apabila menjadikan sombong dan pamer. Oleh karena itu jagalah kebersihan hati.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Gymnastiar, Apa adanya. Sebuah Qulbugrafi, Bandung. MQ Publising, 2003

Baldwin, Stanley Th, D. Menumbuhkan Jiwa Pemenang di Tempat Kerja, Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2006

Covey, Stephen R. 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif, Jakarta: Binarupa Aksara, 1994

Hernowo,. Mengikat Makna, Bandung: Kaifa 2001

Ibrahim, Darwies. Smart Selling, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2004

Krause, Donald G. The Book of Five Ring for Executives, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama,   1998

Martin, Antony Dio. Manajemen Intrapreneurship, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2007

Martin, Antony Dio. Toxic Employe, Jakarta: HR Excelency, 2009

TENTANG PENULIS


_Eko Purwanto,S.Si adalah seorang Detailer yang telah bekerja 10 tahun di perusahaan farmasi multinasional. Pria kelahiran Sukoharjo 19 Februari 1976 menamatkan study terakhirnya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jurusan Zoology Fakultas Biology tahun 1999, sempat mengenyam kuliah di Fakultas Pendidikan Universitas Sebelas Maret sampai tahun 2002, walau akhirnya banting stir ke marketing farmasi yang ditekuninya sampai sekarang. Mulai tahun 2002 sampai 2012 telah bekerja di berbagai perusahaan farmasi multinasional, antara lain Astra Zeneca Indonesia, Boehringer Ingelheim Indonesia, dan GlaxoSmithKline.
Kesukaannya melakukan perjalanan ke berbagai daerah sewaktu kuliah, membuatnya sangat menyenangi pekerjaan sebagai seorang detailer, yang selalu siap di tempatkan seluruh daerah di tanah air. Selama bekerja di perusahaan farmasi telah mendapat banyal hal yang berharga, terutama berbagai perjalanan yang dilakukan ke luar negeri seperti Hongkong, China dan Korea Selatan.
Beberapa tulisan yang telah dihasilkannya adalah:
Study Comparative: Taksonomi Mamalia di Kebun binatang Yogyakarta, Solo dan Surabaya.
Variasi Tekanan Darah penduduk Tawangmangu Karanganyar.
Diversity Chiroptera in Banggai Island Central Sulawesi.




2 comments:

  1. terima kasih atas artikel yang sangat inspiratif dan penuh motivasi seperti ini. Terus berjuang dan sukses selalu buat Anda! Saya juga sedang menulis ebook mengenai medreps, silakan kunjungan balik ke blog saya.

    ReplyDelete